SEBATIK TENGAH,klikkaltara.id – Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Hj. Nadia, mengajak masyarakat menjadi garda terdepan dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Menurutnya, upaya memerangi narkoba tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah dan aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan kepedulian serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Hj. Nadia saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Kabupaten Nunukan Nomor 3 Tahun 2021 tentang Fasilitasi Pencegahan dan Penanggulangan terhadap Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, Psikotropika, Prekursor Narkotika, dan Zat Adiktif Lainnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Subsektor Polsek Sebatik Tengah IPDA Sudirman, Kepala Desa Maspul, para ketua RT, serta tokoh masyarakat.
Dalam sosialisasi itu, Hj. Nadia menegaskan bahwa pencegahan narkotika harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Peran orang tua dalam mengawasi pergaulan anak serta kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan dinilai sangat penting untuk melindungi generasi muda.
“Peran masyarakat sangat penting dalam membantu mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Karena itu, kesadaran dan kepedulian bersama harus terus dibangun, dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat,” kata Hj. Nadia.
Ia menjelaskan, pemahaman terhadap Perda Nomor 3 Tahun 2021 perlu terus ditingkatkan agar masyarakat mengetahui langkah-langkah pencegahan sekaligus memahami dampak buruk penyalahgunaan narkotika.
Menurutnya, pemerintah desa, tokoh masyarakat, keluarga, dan aparat keamanan harus membangun sinergi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan terbebas dari ancaman narkotika.
Hj. Nadia juga mengingatkan masyarakat agar tidak bersikap acuh ketika menemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan sekitar. Kepedulian dan keberanian untuk melaporkan kepada pihak berwenang menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.
“Melalui sosialisasi ini, kami berharap masyarakat semakin memahami bahaya narkotika dan tidak ragu untuk ikut berperan dalam upaya pencegahannya. Sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan aparat kepolisian harus terus diperkuat,” ujarnya.
Dia berharap kegiatan sosialisasi tersebut tidak hanya menjadi ajang penyampaian regulasi, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan nilai-nilai pencegahan dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang terpenting, pemahaman yang diperoleh melalui sosialisasi ini bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mari bersama-sama menjaga keluarga, melindungi generasi muda, dan menciptakan lingkungan yang aman serta bebas dari penyalahgunaan narkotika,” pungkasnya.(Adv)











