NUNUKAN,klikkaltara.id – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Nunukan mulai membuat sebagian warga kesulitan mendapatkan air bersih. Di Sungai Bolong, Nunukan Utara, sejumlah keluarga harus menghemat penggunaan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Di tengah kondisi itu, bantuan datang dari seorang pengusaha ayam di Nunukan, Riswandi. Ia menyalurkan 4.600 liter air bersih untuk 50 kepala keluarga (KK) di RT 09 dan RT 12 Sungai Bolong.
Air bersih didistribusikan secara bertahap menggunakan kendaraan pengangkut air. Kedatangan bantuan tersebut langsung disambut antusias warga yang selama beberapa pekan terakhir mulai terdampak kemarau.

Riswandi mengatakan, bantuan itu diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih.
“Hari ini saya menjalankan program pembagian air bersih untuk warga Sungai Bolong yang terdampak sebanyak 4.600 liter air bersih untuk 50 kepala keluarga secara bertahap,” kata Riswandi.
Menurutnya, kebutuhan air bersih menjadi persoalan penting saat musim kemarau mulai berlangsung lebih lama dari biasanya. Karena itu, ia berinisiatif membantu warga yang membutuhkan.
“Mungkin kalau cuaca di Nunukan masih kemarau kita lanjutkan terus untuk daerah lain, seperti di Jalan Pasar Baru atau Jalan Angkasa. Semoga bantuan ini sedikit meringankan warga untuk mendapatkan air bersih,” ujarnya.
Bagi warga Sungai Bolong, bantuan tersebut bukan hanya soal pasokan air, tetapi juga perhatian di tengah sulitnya memenuhi kebutuhan harian.
Canmai, salah seorang warga RT 09 Sungai Bolong, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat di lingkungannya.
“Kami warga Sungai Bolong mengucapkan terima kasih kepada Bang Riswandi yang sudah membantu air bersih di RT 09 dan RT 12. Semoga ke depannya ada bantuan seperti ini lagi,” ucapnya.
Kemarau yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir mulai berdampak di sejumlah wilayah Nunukan. Warga berharap distribusi air bersih dapat terus dilakukan hingga kondisi kembali normal.
Riswandi pun memastikan program bantuan air bersih itu akan terus berjalan selama masih ada warga yang membutuhkan.(04/40%)

















