NUNUKAN, klikkaltara.id – Bupati Nunukan H. Irwan Sabri mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan budaya leluhur di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Pesan itu disampaikannya saat membuka IRAW Tidung Borneo Bersatu ke-4 di rumah Adat Tidung, Desa Binusan, Jumat (9/10/2026).
Irwan menegaskan, kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi tidak boleh membuat generasi muda kehilangan identitas budaya. Sebaliknya, perkembangan zaman harus dimanfaatkan untuk menjaga sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Tidung kepada masyarakat luas.
“Jangan sampai kita larut dengan kemajuan teknologi, tetapi justru melupakan budaya sendiri. Kita harus bangga dengan identitas, tradisi, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan leluhur,” ujar Irwan.
Menurutnya, IRAW Tidung Borneo Bersatu bukan sekadar kegiatan seremonial atau ajang berkumpul masyarakat adat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, sekaligus melestarikan warisan budaya.
Irwan juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga keberlangsungan adat dan tradisi Tidung. Ia tidak ingin kekayaan budaya hanya dikenal oleh generasi tua, sementara anak muda justru kehilangan kedekatan dengan akar budayanya.
“Generasi muda harus menjadi penerus, bukan sekadar penonton. Jangan sampai budaya hanya dikenal oleh orang tua, tetapi tidak diwariskan kepada anak cucu kita,” tegasnya.
Ia menambahkan, mencintai budaya bukan berarti menolak perubahan. Tradisi justru harus terus dihidupkan dan dikembangkan agar tetap relevan tanpa kehilangan nilai-nilai luhur yang menjadi identitas masyarakat.
Selain pelestarian budaya, Irwan berharap IRAW Tidung Borneo Bersatu ke-4 mampu memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman suku, adat, dan tradisi masyarakat.
Menurutnya, perbedaan budaya harus menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan, bukan menjadi pemisah dalam kehidupan bermasyarakat.
“IRAW Tidung Borneo Bersatu jangan hanya menjadi sebuah nama, tetapi harus menjadi semangat persatuan. Kita boleh berbeda budaya dan tradisi, tetapi harus tetap saling menghargai dan memperkuat,” pesannya.
Di akhir sambutannya, Irwan mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda Tidung, untuk terus menjaga warisan leluhur sekaligus berani memperkenalkan budaya daerah ke tingkat yang lebih luas.
“Mari kita rawat apa yang telah diwariskan leluhur. Jangan malu dengan budaya sendiri. Justru kita harus bangga dan semangat memperkenalkannya kepada dunia,” pungkasnya.
Pembukaan IRAW Tidung Borneo Bersatu ke-4 turut dihadiri Wakil Bupati Nunukan, Wakil Bupati Malinau, anggota DPRD Kabupaten Nunukan, para ketua adat Tidung, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).(Adv)











