NUNUKAN,klikkaltara.id – Dugaan kasus kekerasan seksual yang menimpa seorang mahasiswi asal Kabupaten Nunukan di Kota Makassar menyita perhatian publik. Rekaman video dugaan penyekapan korban di sebuah perumahan mewah di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar, viral di media sosial sejak Rabu (13/5/2026) dan memicu keprihatinan banyak pihak.
Di tengah derasnya perhatian publik, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Tamara Moriska, meminta agar fokus utama tidak hanya tertuju pada proses hukum, tetapi juga pada pemulihan kondisi korban.
Menurut Tamara, korban membutuhkan perlindungan dan pendampingan serius, terutama dari sisi psikologis, agar tidak menghadapi trauma seorang diri setelah peristiwa yang dialaminya.
“Saya sudah membaca berita dan melihat pemerintah daerah sudah mulai mengambil langkah. Tetapi yang paling penting sekarang adalah memastikan korban aman dan mendapatkan perlindungan,” ujar Tamara, Kamis (14/5/2026).
Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Nunukan segera berkoordinasi dengan pemerintah setempat di Makassar untuk memastikan korban memperoleh pendampingan secara menyeluruh, baik secara psikologis maupun sosial.
Bagi Tamara, penanganan korban harus menjadi prioritas utama sebelum proses lain berjalan lebih jauh. Sebab, peristiwa seperti ini bukan hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga trauma mendalam yang dapat mempengaruhi masa depan korban.
“Pendampingan psikologis itu penting. Korban jangan sampai merasa sendirian menghadapi situasi ini. Yang utama sekarang bagaimana korban dipulihkan dan merasa aman,” tegasnya.
Di sisi lain, ia meminta aparat penegak hukum bergerak cepat mengusut kasus tersebut dan menindak pelaku sesuai hukum yang berlaku.
“Kemudian kita serahkan kepada aparat untuk mengejar dan menindak pelaku. Kasus seperti ini harus ditangani serius,” katanya.
Tamara juga mengingatkan pentingnya kepedulian sosial di lingkungan mahasiswa. Ia menilai, perhatian dari teman-teman terdekat bisa menjadi langkah awal untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Menurutnya, mahasiswa harus lebih peka terhadap kondisi rekan-rekannya, terutama ketika ada teman yang mendadak sulit dihubungi atau tidak memberikan kabar dalam waktu lama.
“Sesama mahasiswa harus saling menjaga. Kalau ada teman yang tiba-tiba sulit dihubungi, jangan dianggap biasa. Cari tahu kondisinya dan pastikan dia aman,” tutupnya.(**)

















