NUNUKAN,klikkaltara.id – Kasus dugaan kekerasan seksual yang menimpa seorang mahasiswi asal Kabupaten Nunukan di Kota Makassar menjadi perhatian serius berbagai pihak.
Peristiwa yang viral di media sosial itu memunculkan keprihatinan, terutama terkait keamanan mahasiswa perantauan asal Kalimantan Utara yang tengah menempuh pendidikan di luar daerah.
Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Rismanto, menyatakan dukungannya terhadap langkah cepat Pemerintah Kabupaten Nunukan yang memberikan perhatian khusus terhadap kasus tersebut.
Menurutnya, keterlibatan pemerintah daerah sangat penting untuk memastikan kondisi korban mendapat perhatian dan pendampingan yang layak.
“Saya mendukung langkah Pemda Nunukan yang sudah mengatensi persoalan ini. Kasus seperti ini memang harus mendapat perhatian serius, apalagi korbannya merupakan mahasiswa asal daerah kita,” ujar Rismanto, Kamis (14/5/2026).
Selain itu, ia mengingatkan mahasiswa asal Nunukan yang sedang kuliah di Makassar, khususnya perempuan, agar lebih berhati-hati dalam bergaul dan tidak mudah percaya kepada orang yang baru dikenal.
Rismanto menilai, lingkungan perantauan memiliki tantangan tersendiri sehingga mahasiswa perlu lebih terbuka dengan sesama mahasiswa asal Nunukan ketika menghadapi persoalan atau situasi yang dianggap mencurigakan.
“Untuk adik-adik mahasiswa di Makassar, terutama perempuan, saya minta agar lebih berhati-hati. Jangan gampang percaya sama orang dan kalau ada sesuatu sebaiknya lebih banyak bertanya atau berbagi cerita dengan teman sesama mahasiswa asal Nunukan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya saling menjaga antar mahasiswa perantauan agar tidak ada yang merasa sendirian ketika menghadapi masalah. Menurutnya, kepedulian antar sesama mahasiswa menjadi salah satu bentuk perlindungan awal di lingkungan rantau.
Dalam kesempatan itu, Rismanto turut mengingatkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Gubernur Zainal A. Paliwang telah menyiapkan fasilitas asrama bagi mahasiswa dan mahasiswi asal Kaltara yang menempuh pendidikan di Makassar.
Ia berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh mahasiswa dibanding tinggal sendiri di rumah kost.
“Pemprov Kaltara sudah menyiapkan asrama mahasiswa di Makassar. Saya rasa ini perlu lebih dimanfaatkan. Kalau tinggal di asrama, sesama mahasiswa bisa saling memperhatikan dan saling membantu kalau ada masalah,” ungkapnya.
Menurut Rismanto, keberadaan asrama bukan hanya soal tempat tinggal, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan dan pengawasan sosial bagi mahasiswa perantauan agar lebih aman selama menjalani pendidikan di luar daerah.(Adv)











