oleh

Rismanto Dorong Strategi Investasi Terarah untuk Percepat Pembangunan Kaltara

NUNUKAN,klikkaltara.id – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dari Komisi III, Rismanto, menegaskan pentingnya strategi investasi daerah yang terarah dan berkelanjutan guna mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di Kabupaten Nunukan dan wilayah Kaltara secara umum.

Menurutnya, investasi merupakan salah satu kunci utama dalam mempercepat pembangunan daerah, terlebih bagi wilayah perbatasan seperti Nunukan yang memiliki potensi besar di sektor perkebunan, perikanan, hingga perdagangan lintas batas negara.

“Nunukan ini beranda terdepan negara. Potensinya luar biasa, tetapi perlu dukungan investasi yang serius, baik dari pemerintah maupun swasta,” ujar Rismanto, Selasa (03/03/2026).

Ia menilai, tantangan utama yang masih dihadapi dalam menarik minat investor adalah persoalan infrastruktur dasar, seperti ketersediaan jalan, listrik, serta akses logistik yang memadai. Tanpa pembenahan infrastruktur tersebut, upaya menghadirkan investasi dinilai tidak akan berjalan optimal.

Selain itu, Rismanto juga menekankan pentingnya kemudahan perizinan serta kepastian hukum guna menciptakan iklim investasi yang kondusif. Pemerintah daerah, kata dia, harus lebih proaktif dalam mempromosikan potensi unggulan yang dimiliki, bukan hanya menunggu investor datang.

“Daerah harus memiliki peta jalan investasi yang jelas. Sektor mana yang menjadi prioritas, bagaimana skema insentifnya, serta apa dampaknya bagi masyarakat lokal harus dirancang secara matang,” tegasnya.

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, Komisi III DPRD Kaltara, lanjutnya, akan terus mendorong pengawalan terhadap proyek-proyek strategis agar investasi yang masuk benar-benar memberikan efek berganda bagi perekonomian masyarakat.

Ia berharap, melalui sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan DPRD, Kalimantan Utara mampu berkembang menjadi salah satu tujuan investasi baru di kawasan utara Indonesia, tanpa mengabaikan prinsip keberlanjutan serta keberpihakan kepada masyarakat lokal.

“Investasi bukan hanya soal angka dan nilai proyek, tetapi tentang kesejahteraan rakyat. Itu yang harus menjadi orientasi utama,” pungkasnya. (**)