TANJUNG SELOR,klikkaltara.id – Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Utara, Brigjen Pol. Yusuf S.I.K., M.Hum memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional di Lapangan Apel Mapolda Kaltara, Jumat (17/4/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Pejabat Utama (PJU), personel Polda Kaltara, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Polda Kaltara.
Dalam amanat Kapolda Kaltara yang dibacakannya, Wakapolda menegaskan bahwa upacara tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial rutin, melainkan momentum penting untuk memperkuat komitmen, meningkatkan disiplin, serta meneguhkan integritas setiap insan Bhayangkara dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Brigjen Pol. Yusuf juga menyoroti dinamika global yang semakin kompleks, termasuk perubahan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi dunia yang berdampak pada stabilitas nasional hingga ke daerah, termasuk Kalimantan Utara.
“Kondisi ini berpotensi dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan aktivitas ilegal seperti penyelundupan dan perdagangan gelap. Selain itu, arus informasi yang cepat juga berisiko memicu penyebaran isu menyesatkan di masyarakat,” ujarnya.
Menghadapi tantangan tersebut, Wakapolda Kaltara memberikan empat penekanan utama kepada seluruh jajaran.
Pertama, mengedepankan langkah preemtif dan preventif melalui edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh hoaks.
Kedua, mengoptimalkan fungsi intelijen, khususnya dalam pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah rawan.
Ketiga, melakukan penegakan hukum secara tegas dan profesional terhadap pelaku penimbunan serta penyalahgunaan BBM.
Keempat, memperkuat sinergi dengan instansi terkait guna menjamin kelancaran distribusi kebutuhan pokok masyarakat.
Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Wakapolda juga mengajak seluruh personel untuk meningkatkan aksi nyata yang menyentuh langsung masyarakat, seperti kegiatan bakti sosial, bantuan kemanusiaan, serta pelayanan publik yang cepat, transparan, dan humanis.
“Bangun kepercayaan publik melalui kerja nyata, kerja tulus, dan kerja ikhlas. Jangan pernah sakiti hati masyarakat,” tegasnya.
Di akhir amanat, Wakapolda kembali mengingatkan pentingnya implementasi transformasi Polri yang PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan).
Seluruh personel diminta untuk bekerja secara profesional, prosedural, dan proporsional dengan tetap mengedepankan empati dalam pelayanan.
“Saya berharap melalui upacara ini, kita semua dapat terus meningkatkan kualitas pengabdian, memperkuat soliditas, serta menjaga sinergitas dengan seluruh elemen masyarakat demi Kalimantan Utara yang aman dan kondusif,” pungkasnya.(Adv)











