NUNUKAN,klikkaltara.id – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Rismanto, ST,.MT,.MPSDA, menggelar kegiatan reses di Jalan Yos Sudarso RT 11 dan RT 12, Kelurahan Tanjung Harapan, Minggu (22/2/2026) beberapa waktu yang lalu.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana dialog yang hangat dan penuh keterbukaan antara wakil rakyat dan warga.
Sejumlah aspirasi disampaikan masyarakat, mulai dari pembangunan sarana ibadah, perbaikan jembatan, hingga kebutuhan fasilitas pendidikan keagamaan bagi anak-anak.
Tokoh masyarakat setempat, Habir, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Rismanto yang dinilai rutin turun langsung ke lapangan untuk mendengarkan keluhan warga.
“Kami berterima kasih karena Pak Rismanto tidak pernah bosan berkunjung ke wilayah kami dan mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat di sini,” ujar Habir.
Menanggapi hal tersebut, Rismanto menjelaskan bahwa reses merupakan sarana penting bagi anggota legislatif untuk mengetahui secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Tanpa kegiatan reses, kami di DPRD tidak akan mengetahui secara rinci kebutuhan masyarakat. Karena itu saya terus berupaya hadir dan mendengarkan apa yang menjadi aspirasi warga,” kata Rismanto.
Ia menyampaikan bahwa bantuan untuk pembangunan masjid dan jembatan di wilayah tersebut telah diupayakan dan direncanakan terealisasi pada tahun ini. “Insyaallah bulan Juni ini bisa direalisasikan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, salah satu warga, Evi Haslinda, juga menyampaikan terima kasih atas Beasiswa Kaltara yang telah diterimanya. Ia berharap program tersebut terus berlanjut agar semakin banyak pelajar yang terbantu.
Selain itu, warga juga mengusulkan pembangunan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Mereka menyebutkan banyak anak yang ingin belajar mengaji, namun tempat yang ada saat ini belum mampu menampung seluruh peserta.
Menanggapi usulan tersebut, Rismanto menjelaskan bahwa pembangunan TPA bukan kewenangan strategis pemerintah provinsi. Meski demikian, pihaknya akan tetap mengupayakan solusi melalui skema bantuan hibah masjid.
“Untuk pembangunan TPA memang bukan kewenangan strategis provinsi, tetapi tetap kami inisiasi melalui bantuan dana hibah masjid. Kami juga akan berkoordinasi dengan bagian kesejahteraan rakyat (kesra) untuk mencari solusi terbaik,” katanya.
Rismanto menegaskan komitmennya untuk terus mengawal setiap aspirasi masyarakat agar dapat direalisasikan sesuai kewenangan dan mekanisme.(Adv)









