oleh

DPRD Kaltara Dukung Penuh Usulan Anggaran Dinas Kesehatan dalam APBD 2026

BULUNGAN,klikkaltara.id – Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menegaskan dukungan penuh terhadap seluruh usulan anggaran yang diajukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara dalam pembahasan APBD 2026. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltara, Syamsudin Arfah, pada Selasa (2/12/2025).

Syamsudin menegaskan bahwa seluruh program kesehatan yang diusulkan Dinkes dinilai sangat krusial, sehingga tidak ada satu pun anggaran yang dipangkas dalam pembahasan. Ia menekankan bahwa sektor kesehatan merupakan prioritas utama yang harus mendapatkan perhatian maksimal.

“Yang diprioritaskan itu memang di Dinas Kesehatan. Dinas ini harus jalan. Dan saya lihat semua yang mereka masukkan itu nggak ada yang kami kurangin. Artinya, semua kami support,” ujarnya.

Meski begitu, Syamsudin menyebut terdapat beberapa pekerjaan rumah (PR) yang menjadi sorotan khusus dalam rapat bersama mitra kerja. Di antaranya pembangunan dan penguatan fasilitas rumah sakit serta infrastruktur penunjang, insentif dokter spesialis, pembangunan fasilitas oksigen, hingga usulan Dana Alokasi Khusus (DAK) sekitar Rp 40 miliar. Untuk DAK tersebut, daerah masih harus menyiapkan dana pendamping sebesar Rp 2,5 miliar, yang hingga kini belum tercantum dalam anggaran.

“Itu yang belum masuk dan memang sangat penting, makanya kami anggap itu sebagai prioritas,” ungkapnya.

Selain itu, Komisi IV DPRD juga mendorong adanya anggaran perlindungan pekerja rentan melalui BPJS Kesehatan dengan nilai Rp 2 miliar untuk periode enam bulan. Program tersebut belum masuk dalam pagu anggaran, meski alokasi Rp 20 miliar untuk BPJS Kesehatan umum sudah tercatat.

“Di Dinas Kesehatan, BPJS kesehatan sebesar Rp 20 miliar sudah masuk. Tapi untuk pekerja rentan yang Rp 2 miliar itu belum. Ini juga harus jadi perhatian,” jelasnya.

Syamsudin berharap pada 2026, pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih maksimal hingga menjangkau wilayah terpencil. Untuk itu, kesiapan anggaran menjadi kunci utama agar peningkatan layanan dapat terlihat pada triwulan II tahun anggaran 2026.

“Mudah-mudahan triwulan kedua 2026 anggaran bisa berjalan baik. Ada beberapa hal yang akan kita support, sama seperti sektor pendidikan,” pungkasnya.(Adv)