NUNUKAN,klikkaltara.id – Di tengah hiruk-pikuk Jalan Pasar Baru pada Sabtu (29/11/2025), suara keresahan para pemuda mencuat dalam Sosialisasi Perda Nomor 4 Tahun 2020. Rismanto, S.T., M.T., MPSDA, anggota DPRD Kaltara, tampil sebagai sosok yang membawa harapan baru atas stagnasi pembangunan kepemudaan.
“Pemuda Kaltara tidak boleh dibiarkan tumbuh tanpa arah. Perda ini harus menjadi mesin penggerak mereka, bukan sekadar arsip di meja birokrasi,” ujar Rismanto dengan nada tegas.
Diskusi yang berlangsung kurang lebih satu jam itu membuka banyak fakta menarik tentang kondisi riil pemuda hari ini: minim fasilitas, terbatasnya ruang kreativitas, hingga hambatan dalam mengembangkan potensi diri.
Hamdan, salah satu peserta, menyuarakan kegelisahannya.
“Kami ingin bergerak, tapi tempatnya tidak ada. Banyak kegiatan sekadar menumpang di halaman rumah warga,” ucapnya.

Di sisi lain, peserta lain bernama Andi Haliayana menyoroti persoalan kewirausahaan.
“Ide usaha banyak, semangat ada, tapi bagaimana mau mulai kalau akses modal dan pelatihan saja sulit?”
Rismanto menutup pertemuan dengan komitmen kuat.
“Aspirasi kalian tidak akan berhenti di ruangan ini. Saya bawa ke DPRD dan saya kawal, karena masa depan Kaltara ada di tangan kalian.” (Adv)









