NUNUKAN,klikkaltara.id – Polri menggandeng Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) untuk memperluas akses kerja bagi masyarakat Nunukan, khususnya yang ingin bekerja di Malaysia. Melalui program Polisi Peduli Pengangguran, masyarakat diingatkan agar menggunakan jalur resmi dan tidak tergiur tawaran calo.
Kegiatan bertajuk Bersama Membangun Masa Depan Generasi Masa Depan itu digelar di Kantor BP3MI Nunukan, Jalan Tien Soeharto, Kelurahan Nunukan Timur, Kamis (22/10/2026).
Direktur Binmas Polda Kalimantan Utara Kombes Pol Try Handako W.P. bersama rombongan hadir dalam kegiatan yang diikuti Kapolres Nunukan AKBP Ruslaeni, Kepala BP3MI Nunukan Kombes Pol Andi M. Ichsan, serta sekitar 35 peserta undangan.
Try Handako mengatakan, program Polisi Peduli Pengangguran merupakan bentuk kepedulian Polri dalam membantu masyarakat memperoleh kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, sinergi dengan BP3MI diperlukan untuk mendorong masyarakat memiliki keterampilan, kompetensi, dan kesiapan memasuki dunia kerja melalui prosedur yang berlaku.
“Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberikan pelayanan, perlindungan, pengayoman, dan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BP3MI Nunukan Andi M. Ichsan menyatakan pihaknya siap berkolaborasi dengan Polda Kaltara dan Polres Nunukan dalam menyosialisasikan peluang kerja bagi calon pekerja migran Indonesia (PMI).
Saat ini, BP3MI Kaltara membuka peluang kerja melalui program SMK Global di sektor pertanian atau perkebunan kelapa sawit. Calon pekerja diharapkan mengikuti proses perekrutan resmi, melengkapi dokumen, serta menjalani pelatihan dan uji kompetensi sesuai ketentuan.
Kapolres Nunukan AKBP Ruslaeni juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan ke Malaysia yang tidak melalui jalur resmi.
Ia meminta masyarakat menyebarluaskan informasi mengenai prosedur penempatan PMI yang benar kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
Polres Nunukan bersama BP3MI, lanjutnya, siap membantu masyarakat mendapatkan informasi dan pendampingan terkait dokumen agar proses bekerja ke luar negeri dapat ditempuh secara legal.
Masyarakat juga diminta tidak mudah percaya terhadap pihak yang menjanjikan pekerjaan dengan iming-iming tertentu apabila perekrutannya tidak melalui mekanisme resmi.
Selain membuka akses informasi pekerjaan, program ini diharapkan dapat mencegah keberangkatan PMI secara nonprosedural serta menekan risiko tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Melalui kolaborasi tersebut, Polri dan BP3MI berharap masyarakat Nunukan, khususnya generasi muda, memiliki kesempatan lebih luas untuk mendapatkan pekerjaan yang aman, meningkatkan kesejahteraan, dan membangun masa depan yang lebih baik.(Adv)
















