NUNUKAN,klikkaltara.id – Bupati Nunukan H. Irwan Sabri menegaskan komitmennya menuntaskan program 17 Arah Baru. Sejumlah program prioritas di sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat terus berjalan pada 2026.
Hal itu disampaikan Irwan dalam Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-27 Kabupaten Nunukan,di Gedung DPRD, Senin (12/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan capaian sekaligus target pembangunan daerah.
Di sektor infrastruktur, Pemkab Nunukan menargetkan 151 paket jalan usaha tani yang tersebar di 16 kecamatan. Pemerintah juga menargetkan pembangunan jalan baru 6,5 kilometer serta rehabilitasi, pemeliharaan, dan rekonstruksi jalan. Sementara program rumah layak huni menargetkan 1.036 unit melalui APBD, APBN, dan kerja sama dengan pemerintah pusat.
Di bidang pendidikan, sebanyak 31.893 siswa SD dan SMP telah menerima bantuan seragam. Pemkab juga menargetkan 1.011 penerima beasiswa pada 2026 serta menyiapkan akses internet Starlink bagi 19 SMP di wilayah yang belum terjangkau jaringan internet.
Sektor kesehatan turut menjadi perhatian. Sebanyak 11 dokter spesialis telah ditempatkan di RS Pratama Sebuku dan Sebatik. Pemenuhan dokter spesialis untuk RS Pratama Krayan masih diusulkan kepada Kementerian Kesehatan. Sementara itu, cakupan Jaminan Kesehatan Nasional mencapai 97,32 persen hingga triwulan II 2026, dan program Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau 42.930 peserta.
Untuk mendorong ekonomi masyarakat, pemerintah melanjutkan bantuan sarana pertanian dan perikanan, pengembangan komoditas rumput laut, serta pemberdayaan UMKM. Sebanyak 48 unit usaha telah mengikuti pelatihan pencatatan keuangan, sedangkan 80 unit usaha mendapat fasilitasi perizinan.
Pemkab juga mendukung program Makan Bergizi Gratis yang telah didukung 15 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) aktif. Di sektor ketahanan pangan, pemerintah menjalankan optimalisasi lahan dan program cetak sawah dengan target 1.500 hektare pada 2026.
Sementara itu, pembangunan dua ruas jalan penghubung Krayan–Malinau mendapat komitmen dari pemerintah pusat dan ditargetkan rampung pada 2028. Infrastruktur tersebut diharapkan memperkuat konektivitas kawasan perbatasan.
Irwan mengakui, pelaksanaan seluruh program membutuhkan proses dan menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, ia mengajak masyarakat tetap mendukung pembangunan sekaligus memberikan kritik dan masukan yang konstruktif.
“Kita tidak boleh pesimistis. Kita harus mampu bangkit dan terus bergerak bersama sebagai satu keluarga besar yang saling membantu dan mendukung,” tegas Irwan.
Ia menekankan, pembangunan Nunukan membutuhkan kerja sama, keterbukaan, dan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
“Dengan energi dan semangat yang baru, mari kita wujudkan Nunukan maju,” pungkasnya.(Adv)
