NUNUKAN,klikkaltara.id – Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, S.E., membawa enam agenda strategis saat bertemu Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin. Tak hanya soal pertahanan dan keamanan, usulan tersebut menyentuh pembangunan infrastruktur hingga penyelesaian persoalan kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
Enam usulan itu disampaikan saat kunjungan kerja Menhan di Satuan Yonif Teritorial Pembangunan (TP) 881/Baratama Dharma, Desa Pembeliangan, Kecamatan Sebuku, Jumat (2/10/2026).
Irwan menilai dukungan pemerintah pusat diperlukan untuk memperkuat pertahanan sekaligus mempercepat pembangunan di kawasan perbatasan.
Pertama, Pemkab Nunukan mengusulkan pembangunan sarana dan prasarana di kawasan eks Outstanding Boundary Problem (OBP) B2700-B3100, tepatnya di kawasan Sungai Sinapad-Sungai Sesai, Kecamatan Lumbis Hulu. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk mendukung pengamanan wilayah dan aktivitas masyarakat.
Kedua, Bupati meminta penyelesaian sejumlah persoalan kawasan perbatasan dan OBP. Di antaranya perubahan peruntukan dan fungsi kawasan hutan di wilayah eks OBP Sinapad, pembayaran ganti untung bagi warga terdampak perubahan garis batas di Desa Seberang, Kecamatan Sebatik Utara, seluas 4,7 hektare sesuai kesepakatan Indonesia-Malaysia, serta penataan pemanfaatan lahan seluas 127 hektare di Sebatik Barat yang merupakan bekas wilayah Malaysia.
Ketiga, Irwan mendorong percepatan pengoperasian Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sebatik serta pembukaan jalur resmi keluar-masuk atau exit-entry point Sebatik-Tawau, Malaysia.
Pembukaan akses tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, mendorong aktivitas ekonomi, sekaligus memperkuat tata kelola perlintasan antarnegara.
Keempat, persoalan pekerja migran Indonesia turut menjadi perhatian. Bupati mengusulkan penguatan pengawasan jalur tidak resmi, pencegahan keberangkatan ilegal, penanganan deportasi dan pelanggaran izin tinggal (overstay), serta pemberantasan praktik percaloan dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Kelima, Bupati meminta dukungan pembangunan jalan yang menghubungkan Long Semamu, Kabupaten Malinau, dengan Long Midang, Kecamatan Krayan.
Jalur tersebut dinilai strategis untuk memperlancar distribusi barang, meningkatkan akses pelayanan publik, serta membuka akses pasar bagi komoditas unggulan daerah, seperti beras Adan dan garam gunung.
Dukungan pembangunan infrastruktur PLBN Long Midang dan sarana penerbangan di Krayan juga menjadi bagian dari usulan tersebut.
Keenam, Pemkab Nunukan meminta penataan kawasan latihan tempur TNI AD yang direncanakan mencapai sekitar 277.859 hektare. Bupati menekankan agar penataan kawasan tersebut memperhatikan aspek legalitas lahan, tata ruang, perizinan, status kawasan hutan, serta hak penguasaan lahan masyarakat dan perusahaan.
Irwan berharap enam agenda tersebut dapat menjadi pintu masuk penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam menangani berbagai persoalan strategis di wilayah perbatasan.
“Harapannya, dukungan Kementerian Pertahanan tidak hanya memperkuat pertahanan dan keamanan, tetapi juga menjadi pengungkit percepatan pembangunan dan penyelesaian persoalan masyarakat di wilayah perbatasan,” ujar Irwan.(Adv)












