SEBATIK,klikkaltara.id – Alkhairaat mulai membangun Madrasah Tsanawiyah (MTs) berbasis pesantren di Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan. Pembangunan madrasah ini diharapkan menjadi wadah mencetak generasi unggul di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama yang digelar Selasa (15/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Utama Alkhairaat Pusat Palu Habib Sayid Alwi bin Saggaf Aljufri, Ketua Yayasan Ponpes Alkhairaat Tanjung Selor Drs. H.S. Muthahar Aljufri, M.A., Ketua Komisi I DPRD Nunukan Andi Muliyono, S.H., M.H., Camat Sebatik Tengah Aris Nur, S.STP., M.M., Danramil Sebatik, Kepala KUA Sebatik Tengah, pengurus KOMDA Alkhairaat Sebatik, unsur Forkopimcam Sebatik Tengah, tokoh agama, tokoh masyarakat, Abnaul Alkhairaat, keluarga wakif lahan, tokoh perempuan, tokoh pemuda serta para undangan.
Turut hadir Ketua Rabitah Majlis Sholawat Nabi di Mesir, Syaikh Husein bin Ali Albayyumi Alhusainiy.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Nur Hikmah Latasi, S.Pd. Acara kemudian dilanjutkan sambutan Pengurus KOMDA Alkhairaat Sebatik yang disampaikan Kamaruddin, S.Pd.I., Camat Sebatik Tengah Aris Nur, serta Anggota DPRD Nunukan Dapil Sebatik Andi Muliyono.
Selanjutnya, Ketua Utama Alkhairaat Habib Sayid Alwi bin Saggaf Aljufri menyampaikan sambutan. Sebelum mengawali sambutannya, Habib Alwi mengajak hadirin menghadiahkan Surah Al-Fatihah kepada almarhum Ustaz Suniman Latasi, BA.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan MTs Alkhairaat berbasis pesantren. Peletakan batu dilakukan secara bersama oleh Ketua Utama Alkhairaat, Pimpinan Ponpes Alkhairaat Tanjung Selor, Ketua Komisi I DPRD Nunukan, Camat Sebatik Tengah, Danramil Sebatik dan tokoh masyarakat.
DPRD Nunukan Dukung Pembangunan
Ketua Komisi I DPRD Nunukan Andi Muliyono menyatakan dukungannya terhadap pembangunan MTs Alkhairaat berbasis pesantren di Sebatik Tengah.
Menurutnya, keberadaan madrasah tersebut penting dalam memperkuat pendidikan keagamaan sekaligus pendidikan formal di wilayah perbatasan.
“MTs Alkhairaat Sebatik Tengah menerapkan kurikulum yang dicanangkan oleh pendiri Alkhairaat dan dipadukan dengan kurikulum pendidikan nasional. Dari segi pembangunan fisik, kami juga bersedia memberikan support,” kata Andi.
Dia mengatakan DPRD Nunukan dapat membantu mengawal aspirasi pengurus Pesantren Alkhairaat untuk disampaikan kepada Pemerintah Daerah maupun kementerian terkait.
“Kewenangan DPRD Kabupaten memang sebatas menerima aspirasi, menyampaikan dan kemudian melakukan pengawasan,” ujarnya.
Camat Sebatik Tengah: Tonggak Sejarah Pendidikan
Sementara itu, Camat Sebatik Tengah Aris Nur menilai pembangunan MTs Alkhairaat berbasis pesantren merupakan tonggak sejarah dan momentum penting dalam memperkuat pendidikan keagamaan serta moral generasi muda.
Menurutnya, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga menjadi pusat pengembangan masyarakat, dakwah dan pembinaan umat.
“Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut berkontribusi, baik tenaga, pikiran maupun materi, agar MTs Alkhairaat Sebatik Tengah dapat terbangun dengan baik dan segera digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” kata Aris.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, donatur dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pembangunan MTs Alkhairaat berbasis pesantren tersebut.
Alkhairaat Tekankan Tiga Hal
Ketua Utama Alkhairaat Habib Sayid Alwi bin Saggaf Aljufri menekankan tiga hal dalam pembangunan MTs Alkhairaat berbasis pesantren di Sebatik Tengah.
Pertama, dia mengingatkan kembali keteladanan Alhabib Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua sebagai pendiri Alkhairaat. Menurutnya, perjuangan Guru Tua dalam membina umat tidak hanya dilakukan melalui dakwah lisan, tetapi juga diwujudkan melalui pendirian lembaga pendidikan.
“Guru Tua bertekad dan berjuang agar setiap generasi sedini mungkin dapat mengenyam pendidikan yang jelas dan teratur. Karena itulah Guru Tua mendirikan Alkhairaat,” tutur Habib Alwi.
Kedua, pembangunan MTs Alkhairaat berbasis pesantren di Sebatik Tengah merupakan bagian dari kesinambungan perjuangan para pendahulu Alkhairaat serta kepengurusan KOMDA Alkhairaat dari masa ke masa.
Ketiga, pembangunan madrasah tersebut menjadi bentuk komitmen untuk melanjutkan amanat almarhum Ustaz Suniman Latasi, BA., dalam membentuk generasi unggul yang memiliki kualitas iman dan takwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia dan memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi.
“Generasi yang kita harapkan mampu menciptakan dan memelihara hubungan harmonis antara manusia dengan sesamanya, manusia dengan lingkungannya dan manusia dengan khaliknya dalam suasana tenteram dan sejahtera lahir dan batin,” jelasnya.
Habib Alwi menilai tujuan tersebut sangat penting bagi masyarakat Sebatik, Nunukan, yang berada di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Menurutnya, keberadaan lembaga pendidikan berbasis pesantren di kawasan perbatasan diharapkan mampu menjadi salah satu sarana membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki iman, akhlak dan karakter yang kuat.
“Peletakan batu pertama ini hanya awal dari sebuah perjuangan panjang. Sebuah bangunan yang kokoh tentu dimulai dari dasar yang kuat,” pungkasnya.
Pembangunan MTs Alkhairaat berbasis pesantren di Sebatik Tengah diharapkan memberikan manfaat luas, tidak hanya bagi para santri, pengasuh dan masyarakat sekitar, tetapi juga bagi pembangunan daerah dan negara, khususnya dalam menyiapkan generasi muda berkualitas di wilayah perbatasan.













