NUNUKAN,klikkaltara.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Nunukan, H. Asmar, SE., M.AP., mengatakan hujan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Nunukan bukan alasan untuk mengabaikan potensi karhutla.
Menurutnya, pencegahan harus dilakukan sejak dini, khususnya dalam aktivitas pembukaan dan pengelolaan lahan.
“Mudah-mudahan tidak ada. Tetap kami mengingatkan bahwa kondisi kemarau ini, walaupun sebenarnya Nunukan mudah-mudahan aman karena kita juga masih tetap hujan. Kami tetap mengingatkan, kalau membuka lahan untuk saat ini kalau bisa jangan dengan membakar,” kata Asmar, Selasa (15/9/2026).
Asmar meminta masyarakat memilih metode yang lebih aman dan tidak menggunakan api saat membuka lahan.
“Ada cara-cara lain yang lebih bijak,” ujarnya.
Ia menegaskan, pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab BPBD dan pemerintah. Peran masyarakat sangat penting untuk mencegah munculnya titik api dari aktivitas sehari-hari.
“Kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah karhutla. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran,” jelasnya.
Pemkab Dorong Edukasi Pencegahan
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Nunukan juga menekankan pentingnya memperkuat langkah pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat.
Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Raden Iwan Kurniawan, mengatakan pemerintah tidak menginginkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan sehingga pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama.
“Sebetulnya kita tidak ingin adanya kejadian kebakaran hutan. Lebih baik kita dalam hal ini bersama-sama melakukan pencegahan terhadap berbagai aktivitas kita yang berpotensi untuk menimbulkan kebakaran hutan,” kata Iwan.
Menurutnya, edukasi secara berjenjang perlu terus dilakukan agar masyarakat memahami pentingnya menjaga lingkungan serta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
“Mari sama-sama kita menjaga, mengedukasi secara berjenjang tingkat pemerintah untuk memasifkan upaya-upaya pencegahan, sehingga aktivitas kita tidak berdampak kepada kebakaran hutan,” pungkasnya.
Pemkab Nunukan berharap sinergi antara BPBD, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dapat memperkuat kesiapsiagaan sekaligus menekan potensi karhutla, khususnya selama musim kemarau.(Adv)















