JAKARTA,klikkaltara.id – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara, H. Achmad Djufrie, SE., MM., menghadiri pertemuan strategis bersama Gubernur Kalimantan Utara, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Direktur Utama dan jajaran PT. INTRA, Selasa (21/04/2026), di Kantor Badan Penghubung Provinsi Kaltara, Jakarta.
Pertemuan tersebut membahas peluang investasi pengembangan jalur kereta api lintas Kalimantan Utara yang dinilai strategis untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam forum itu, PT. INTRA menyampaikan ketertarikannya untuk berinvestasi pada pembangunan infrastruktur transportasi kereta api. Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara pun menyambut positif rencana tersebut sebagai langkah maju dalam membuka akses transportasi yang lebih efisien, khususnya di kawasan perbatasan.
Namun, terdapat lima aspek krusial yang perlu dipenuhi guna merealisasikan investasi tersebut. Kelima aspek tersebut meliputi dukungan kebijakan melalui Peraturan Daerah (Perda), pembebasan lahan, perizinan, off taker agreement, serta surat dukungan.
Gubernur Kalimantan Utara dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa dukungan kebijakan melalui Perda telah dipenuhi bersama DPRD. Sementara empat aspek lainnya akan diproses secara bertahap, seiring dengan rencana penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pihak terkait.
Ketua DPRD Kaltara, Achmad Djufrie, menegaskan komitmen lembaganya untuk terus mendukung upaya pemerintah daerah dalam menarik dan merealisasikan investasi strategis, terutama di sektor infrastruktur.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara legislatif, eksekutif, dan investor sebagai kunci utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Utara.
“Kolaborasi yang kuat akan mempercepat realisasi proyek strategis dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Dengan adanya rencana pembangunan jalur kereta api ini, Kalimantan Utara diharapkan ke depan memiliki sistem transportasi yang lebih modern, terintegrasi, serta mampu meningkatkan daya saing daerah, baik di tingkat nasional maupun regional. (Adv)

















