NUNUKAN,klikkaltara.id – Untuk memperkuat pengamanan wilayah perbatasan darat antara Indonesia dan Malaysia, Satgas Pamtas Batalyon Kavaleri 13/Satya Lembuswana (TNI AD) bersama Batalyon 7 RAMD Tentara Darat Malaysia (TDM) resmi membuka kegiatan Patroli Terkoordinasi (Patkor) Seri 1 Tahun 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan di Pos Serudong, Malaysia, pada Senin (6/4/2026), sebagai bagian dari upaya bersama dalam menjaga kedaulatan wilayah kedua negara.
Patroli terkoordinasi tersebut bertujuan untuk memastikan kejelasan batas wilayah antarnegara, sekaligus mencegah terjadinya kesalahpahaman maupun potensi provokasi antara personel yang bertugas di lapangan.
Dansatgas Pamtas Yonkav 13/Satya Lembuswana, Letkol Kav Ikhsan Maulana Pradana, menjelaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan adanya perubahan atau pergeseran patok batas negara di wilayah yang telah disepakati bersama.
“Untuk kondisi patok di wilayah yang sudah disepakati kedua negara, sejauh ini tidak ada perubahan atau pergeseran,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan Patkor tidak hanya berfokus pada pengamanan wilayah, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan profesionalisme prajurit serta mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Malaysia.
“Interaksi antar prajurit dalam patroli ini menjadi sarana efektif untuk membangun kebersamaan dan saling pengertian antar kedua negara,” katanya.
Patroli bersama ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama militer bilateral yang telah lama terjalin antara Indonesia dan Malaysia. Selain memanfaatkan batas alam seperti gunung, hutan, dan sungai, kedua negara juga telah membangun batas buatan berupa patok batas negara serta pos pengamanan di sepanjang garis perbatasan.
Selama pelaksanaan tugas Satgas Pamtas Yonkav 13/SL, kegiatan Patkor ini telah dilaksanakan untuk kedua kalinya, sebagai bentuk kerja sama positif antara militer kedua negara serumpun tersebut.
Sementara itu, Pasiter Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonkav 13/SL, Kapten Kav Yurika Anggoro Putra, menyebutkan bahwa patroli bersama ini juga bertujuan mencegah berbagai aktivitas ilegal di wilayah perbatasan, seperti penyelundupan barang terlarang.
“Selain menjaga integritas wilayah kedaulatan masing-masing negara, kegiatan ini juga bertujuan membangun rasa saling percaya antar prajurit di lapangan,” jelasnya.
Kegiatan Patkor Seri 1 Tahun 2026 ini dijadwalkan berlangsung selama delapan hari, dengan melibatkan masing-masing 17 personel dari TNI dan 17 personel TDM.
Mereka akan menyusuri jalur perbatasan untuk melakukan pengecekan langsung terhadap patok batas negara yang telah disepakati.
