NUNUKAN,klikkaltara.id – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Utara, Ruman Tumbo, melontarkan kritik keras terhadap pola penanganan kasus narkoba yang dinilai masih belum menyentuh akar persoalan. Dalam kegiatan edukasi masyarakat di wilayah perbatasan, Ruman menilai penindakan selama ini cenderung menyasar pengguna, sementara aktor utama dalam rantai distribusi justru belum tersentuh maksimal.
“Jangan hanya pengguna yang ditangkap. Bandar besarnya harus dikejar,” kata Ruman Tumbo, pada Kamis (19/3/2026).
Menurutnya, bisnis narkoba memiliki perputaran uang yang sangat besar, sehingga menjadi magnet bagi banyak pihak untuk terlibat. Karena itu, pendekatan penegakan hukum harus diarahkan pada pemutusan rantai distribusi dari hulu, bukan sekadar penindakan di hilir.
Ia juga menepis alasan klasik bahwa bandar sulit ditangkap karena berada di luar negeri, seperti di Malaysia. Bagi Ruman, pihak yang mengendalikan distribusi di wilayah Nunukan tetap harus dianggap sebagai aktor utama yang wajib ditindak.
“Yang mengatur peredaran di sini itulah yang harus diberangus,” ujarnya.
Ruman menegaskan, peredaran narkoba di wilayah perbatasan seperti Nunukan kini sudah sangat mengkhawatirkan. Barang haram tersebut bahkan telah menyusup hingga ke lingkungan permukiman warga.Fenomena ini dinilai sebagai ancaman serius bagi generasi muda, karena narkoba tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan masa depan dan ketahanan keluarga. Ia bahkan menyamakan dampak narkoba dengan korupsi.
Dalam kesempatan yang sama, muncul peringatan terkait tren baru peredaran narkoba melalui liquid rokok elektrik (vape).
Penyuluh BNNK Nunukan menyebutkan, kini beredar zat jenis New Psychoactive Substances (NPS) yang disamarkan dalam cairan vape, bahkan menyasar kalangan pelajar yang tidak menyadari kandungannya.Hal ini membuat pengawasan orang tua dan lingkungan menjadi sangat penting, karena peredaran narkoba kini semakin terselubung dan sulit dikenali.
Meski mendorong penindakan tegas terhadap bandar, Ruman tetap menekankan pentingnya pendekatan humanis terhadap pengguna, termasuk melalui rehabilitasi agar mereka tidak takut untuk pulih. Ia menegaskan, perang melawan narkoba tidak bisa setengah-setengah. Tanpa keberanian menindak jaringan besar, peredaran narkoba di perbatasan akan terus berkembang dan mengancam masa depan daerah.
“Ini bukan lagi persoalan biasa, tapi ancaman serius bagi generasi kita,” pungkasnya.(adv)

















