TARAKAN, klikkaltara.id – Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melakukan kunjungan kerja ke SMAN 1 Tarakan dan SMKN 4 Tarakan guna meninjau langsung pelaksanaan program pendidikan serta program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya terkait kualitas makanan yang diterima para siswa.
Kunjungan yang dilaksanakan beberapa waktu lalu tersebut merupakan tindak lanjut dari sejumlah kritik masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG di lapangan.
Menu makanan yang disajikan kepada siswa dinilai belum sepenuhnya memenuhi standar kandungan gizi yang seharusnya. Kondisi tersebut bahkan menyebabkan penghentian sementara distribusi makanan kepada sejumlah penerima manfaat.
Dalam peninjauan itu, Komisi IV DPRD Kaltara melakukan konfirmasi terkait kelayakan kandungan gizi makanan, kesesuaian harga per porsi, hingga alasan penghentian sementara distribusi oleh tim pengawas.
“Kami melakukan konfirmasi terkait kandungan gizi makanan serta kesesuaian harga per porsi,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltara, Syamsuddin Arfah.
Berdasarkan hasil peninjauan, Komisi IV DPRD Kaltara menyatakan kekecewaannya terhadap kualitas paket makanan yang diberikan kepada siswa. Pasalnya, ditemukan ketimpangan antara nilai anggaran yang dialokasikan dengan kualitas makanan yang diterima siswa di lapangan.
“Kami kecewa karena dari hasil inspeksi ditemukan ketimpangan antara nilai anggaran yang dialokasikan dengan kualitas makanan yang diterima siswa,” ujarnya.
Dampak dari kondisi tersebut membuat distribusi makanan terhenti, tidak hanya di SMAN 1 Tarakan, tetapi juga di SMPN 2 Tarakan, SDN 034 Tarakan, serta TK Ar Royan.
Komisi IV DPRD Kaltara berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan melalui evaluasi menyeluruh terhadap mitra penyedia program MBG.
Menurut Syamsuddin, langkah evaluasi tersebut penting agar program nasional tersebut tidak disalahgunakan oleh pihak tertentu untuk mencari keuntungan sepihak dengan mengorbankan kualitas gizi anak-anak sekolah. (Adv)
