NUNUKAN,klikkaltara.id – Wakil Ketua Komisi I DPRD Nunukan, H. Akbar Ali, mengawali kegiatan reses masa persidangan II tahun 2026 dengan turun langsung menyerap aspirasi warga. Titik pertama reses digelar beberapa waktu yang lalu adalah jalan Kampung Rambutan RT 003, Kelurahan Nunukan Timur.
Dalam pertemuan tersebut, Akbar Ali tak hanya mendengar keluhan warga, tetapi juga meninjau langsung sejumlah titik permasalahan di lapangan. Salah satu sorotan utama adalah kondisi drainase di kawasan Jalan Pasar Baru yang mengalami penyumbatan parah.
“Kami sudah melihat langsung drainasenya. Memang banyak sumbatan dan terkendala berbagai faktor. Informasi dari warga, drainase ini masih tercatat sebagai aset pemerintah sehingga tidak bisa dibongkar sembarangan. Karena itu, kita akan mencari solusi terbaik,” ujar Akbar Ali,saat di komfirmasi media,Sabtu,(28/2)
Selain persoalan drainase, warga juga meminta pembangunan siring atau dinding penahan tanah di kawasan pemakaman umum Kampung Rambutan. Kondisi lahan yang cukup panjang dan memiliki kontur tinggi dinilai rawan longsor, sehingga pembangunan siring dianggap mendesak.
“Nanti akan kita dorong agar pemerintah bisa membangun siring tersebut. Untuk teknisnya tentu akan dikoordinasikan dengan dinas terkait,” jelasnya.
Aspirasi lain yang mencuat adalah permintaan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). Namun, mayoritas warga terkendala masalah administrasi, terutama kepemilikan sertifikat tanah.
“Sebagian besar warga belum memiliki sertifikat tanah, sementara salah satu syarat bantuan rehab rumah wajib menyertakan bukti kepemilikan lahan. Ini akan kita koordinasikan dengan Pemkab Nunukan dan Pemprov Kaltara. Aturannya memang mengikat, jadi tidak bisa dilanggar,” tegasnya.
Tak hanya itu, warga juga mengeluhkan kondisi jalan tembus lingkungan di sekitar jembatan sepanjang kurang lebih 20 meter yang sudah lama rusak dan mengalami penurunan badan jalan.
Akbar Ali menambahkan, terdapat lima titik yang menjadi target pelaksanaan reses perdana tahun 2026. Selain Kampung Rambutan, agenda reses juga akan menyasar Jalan Hasanuddin Sei Bolong, Gang Toba, RT 23 (wilayah baru), serta Jalan Pasir Putih yang dirangkai dengan kegiatan buka puasa bersama masyarakat.
“Semua aspirasi ini akan kami rangkum dan perjuangkan sesuai kewenangan agar bisa segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah,” pungkasnya.(Adv)















