oleh

Kios Sahabat Jadi Saksi Perubahan, Penerima Bansos BLTS di Desa Long Tungu Piawai Bertransaksi Nontunai Jelang Nataru 2026

DESA LONG TUNGU — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026, aktivitas belanja warga di Kios SAHABAT, Desa Long Tungu – Kecamatan Peso Hilir – Kabupaten Bulungan, mengalami peningkatan di tengah suasana persiapan hari besar keagamaan dan pergantian tahun.

Jauh dari pusat ibu kota Kabupaten, denyut perubahan justru terasa nyata di Kios SAHABAT, sebuah warung sederhana milik Ibu Uyang Aka di Desa Long Tung, jurnalis menyaksikan langsung penerima manfaat bantuan sosial Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) berbelanja kebutuhan pokok dan keperluan perayaan dengan transaksi nontunai yang semakin piawai.

Sejak pagi hari, Kios SAHABAT tampak lebih ramai dari hari biasanya. Warga datang membeli beras, minyak goreng, gula, telur, hingga kebutuhan tambahan untuk Natal dan menyambut Tahun Baru. Yang mencuri perhatian, hampir seluruh transaksi berlangsung tanpa uang tunai. Pelanggan tampak percaya diri melakukan pembayaran digital, tanpa ragu dan tanpa bantuan.

“Saya belanja untuk Natal dan tahun baru. Sekarang tidak perlu bawa uang tunai banyak,” ujar After (37), penerima BLTS, usai menyelesaikan transaksi nontunai di Kios SAHABAT.

Ia mengaku sistem ini membuatnya merasa lebih aman, terutama di tengah meningkatnya aktivitas belanja menjelang akhir tahun.

Pantauan jurnalis di lokasi menunjukkan, lonjakan pembeli tidak diikuti dengan antrean panjang. Proses transaksi berlangsung cepat dan tertib. Pelanggan yang telah terbiasa bahkan terlihat membantu warga lain yang masih menyesuaikan diri, menciptakan suasana saling dukung di tengah kesibukan belanja.

Ibu Ayang, pemilik Kios SAHABAT, mengakui bahwa momen Natal dan Tahun Baru biasanya menjadi periode paling ramai. Namun sejak menggunakan sistem nontunai, ia merasa aktivitas jual beli justru lebih terkendali.

“Kalau sekarang lebih rapi. Tidak repot hitung uang, apalagi saat ramai jelang Natal dan tahun baru,” ujarnya. Menurut Ibu Ayang

mayoritas masyarakat di Desa Long Tungu sudah menjadikan transaksi nontunai sebagai kebiasaan, bahkan untuk belanja dalam jumlah lebih besar.

Fenomena ini menjadi menarik mengingat Desa Long Tungu memiliki demografi yang jauh dari ibu kota Kabupaten Bulungan. Di tengah keterbatasan akses dan infrastruktur, masyarakat desa justru menunjukkan kemampuan beradaptasi dengan teknologi, terutama ketika berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan hidup dan perayaan keluarga.

Dari hasil observasi lapangan, transaksi nontunai tidak hanya dimanfaatkan oleh penerima BLTS, tetapi juga oleh masyarakat umum yang ikut berbelanja kebutuhan Natal dan menyambut Tahun Baru 2026. Lansia hingga pedagang kecil mulai mengikuti pola yang sama, menandakan meningkatnya literasi keuangan digital di tingkat desa.

Bagi warga Desa Long Tungu, Kios SAHABAT kini menjadi lebih dari sekadar tempat berbelanja. Warung ini berubah menjadi ruang interaksi sosial dan pembelajaran teknologi, tempat masyarakat mengenal digitalisasi melalui praktik nyata sehari-hari.

Menjelang sore, di tengah tumpukan belanjaan untuk persiapan Natal dan Tahun Baru, transaksi terakhir hari itu kembali dilakukan tanpa uang tunai. Sebuah potret kecil dari perubahan besar yang sedang berlangsung.

Di Kios SAHABAT, Desa Long Pari, Kecamatan Peso Hilir, masyarakat membuktikan bahwa semangat menyambut hari besar dan pergantian tahun berjalan seiring dengan perubahan budaya belanja. Tanpa uang tunai, tanpa keraguan mereka melangkah menuju 2026 dengan cara yang lebih aman, praktis, dan mandiri.

Oleh : Hertasning