oleh

Aklamasi Telak! Slamet Yahya Kembali Nahkodai NPCI Kaltara, Bidik Lahirkan Jawara Paralimpiade Nasional

TARAKAN,klikkaltara.id – Slamet Yahya kembali dipercaya memimpin Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (NPCI) Kalimantan Utara periode 2025–2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) yang digelar di Hotel Harmonis, Tarakan, Selasa (9/12/2025).

Musorprov yang dibuka Kepala Dispora Kaltara, Syaiful Bahri, itu dihadiri lima kabupaten/kota dan dipimpin Presidium yang beranggotakan Drs. Rio Suseno dari Bidang Organisasi NPCI Pusat, bersama H. Andi Basri dan Roby Wahyudi. Tim monitoring NPCI Pusat, perwakilan KONI, dan Wakil Ketua Umum KORMI Muhammad Al Bahasin juga turut hadir, menandai kuatnya dukungan lintas organisasi olahraga di Kaltara.

Terpilihnya Slamet Yahya kembali menegaskan kepercayaan penuh komunitas olahraga disabilitas terhadap dirinya. Ia didorong untuk mempercepat program pembinaan atlet demi menjawab tantangan kompetisi nasional yang semakin ketat.

Fokus Regenerasi & Pembinaan Modern

Slamet Yahya menegaskan bahwa periode keduanya bukan sekadar melanjutkan program lama, tetapi menjadi momentum pembuktian bahwa Kaltara mampu bersaing dan menghasilkan atlet disabilitas berprestasi nasional.

“Kita punya target yang jelas. Kita harus memperkuat dukungan anggaran dan fasilitas demi mencetak juara baru, bukan sekadar menjadi peserta,” ujarnya.

NPCI Kaltara, kata Slamet, akan fokus pada regenerasi atlet difabel, peningkatan metode latihan, dan pembinaan intensif yang lebih modern. Sinergi dengan pemerintah daerah juga menjadi kunci dalam memperkuat ekosistem pembinaan.

Bidik Medali Peparnas

Dengan nada penuh optimisme, Slamet menegaskan bahwa kepercayaan yang diterimanya menjadi “bahan bakar” untuk membawa perubahan besar.

“Sekarang kami menatap satu sasaran: membawa pulang medali dari event nasional,” tegasnya.

Ia menyebut, kerja keras bersama seluruh pelatih dan pengurus diperlukan agar atlet-atlet Kaltara dapat lolos kualifikasi ketat dan tampil maksimal di Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) mendatang.

“Ini saatnya membuktikan bahwa atlet disabilitas Kaltara bisa bersaing dan menang,” pungkasnya.(**)