oleh

Nasir Tekankan Urgensi Perda Ketahanan Keluarga di Tengah Krisis Moral, Warga Sri Nanti Sampaikan Aspirasi Pembangunan

NUNUKAN,klikkaltara.id – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Muhammad Nasir, turun langsung ke masyarakat dalam rangka Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) No. 9 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Ketahanan Keluarga. Kegiatan berlangsung selama empat hari, 26–30 November 2025, di tiga wilayah: Desa Sri Nanti, Kelurahan Nunukan Utara, dan Kelurahan Nunukan Timur.

Dalam paparannya, Nasir menegaskan bahwa Perda Ketahanan Keluarga merupakan kebutuhan mendesak di tengah tekanan sosial yang semakin berat. Ia menyebut keluarga kini berada di garis depan menghadapi berbagai krisis moral dan tantangan modern.

Urgensi Perda Ketahanan Keluarga Menurut Nasir

1. Mengembalikan keluarga sebagai pusat pendidikan karakter

Nasir menilai Perda memberikan dasar hukum agar pembinaan agama, moral, dan karakter dapat berjalan lebih terstruktur sejak lingkungan keluarga.

2. Melindungi masyarakat dari ancaman sosial modern

Ia menyebut meningkatnya angka perceraian, penyalahgunaan narkoba, judi online, kekerasan dalam rumah tangga, serta penyimpangan perilaku remaja sebagai fenomena yang membutuhkan intervensi pemerintah.

3. Menjadi payung hukum bagi seluruh program pembinaan keluarga

Perda ini mendorong penguatan berbagai program, antara lain penyuluhan keagamaan, peningkatan ekonomi keluarga, konseling dan pendampingan keluarga bermasalah, pendidikan dan kesehatan keluarga, serta kerja sama lintas instansi.

4. Melibatkan semua unsur masyarakat

Nasir menegaskan pembinaan keluarga bukan hanya tanggung jawab rumah tangga, tetapi harus menjadi gerakan bersama. Perda mengamanatkan peran pemerintah daerah, RT/RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, hingga pelaku usaha.

Dialog Warga Penuh Keluhan Sosial

Dalam sesi dialog, warga mengemukakan sejumlah persoalan yang kini banyak terjadi di lingkungan mereka, seperti perilaku remaja yang mengkhawatirkan, tekanan ekonomi rumah tangga, pengaruh negatif digital, serta tingginya potensi keretakan keluarga.

Menanggapi hal itu, Nasir menegaskan bahwa keluhan warga merupakan bukti nyata bahwa implementasi Perda Ketahanan Keluarga harus diperkuat dan dijalankan secara konsisten oleh semua pihak.

Aspirasi Pembangunan dari Desa Sri Nanti

Momen sosialisasi juga dimanfaatkan warga Desa Sri Nanti untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan, antara lain:

pengadaan bus sekolah,

peningkatan jalan usaha tani,

perbaikan dermaga speed boat.

Nasir berjanji akan mengawal seluruh aspirasi tersebut di tingkat provinsi. Ia menegaskan bahwa pembangunan fisik dan ketahanan keluarga adalah dua hal yang saling melengkapi demi kesejahteraan masyarakat.(Adv)