TARAKAN,klikkaltara.id – Sektor industri di Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan pertumbuhan signifikan. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total pekerja yang terserap di sektor ini telah mencapai 200.000 jiwa, menandakan dinamika ekonomi yang tinggi sekaligus menghadirkan tantangan baru bagi pemerintah daerah.
Menanggapi fenomena ini, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltara, Syamsuddin Arfah, menekankan perlunya strategi komprehensif untuk melindungi angkatan kerja, khususnya pekerja rentan. Ia mendorong perluasan jangkauan skema perlindungan sosial seperti BPJS Ketenagakerjaan, meski kondisi anggaran daerah tengah tidak ideal.
“Prioritas utama kita adalah memastikan semua tenaga kerja terlindungi,” ujarnya, Kamis (27/11/2025).
Selain isu ketenagakerjaan, DPRD juga menyoroti pentingnya menciptakan ekosistem bisnis yang suportif. Syamsuddin menekankan prinsip timbal balik antara pemerintah, pelaku usaha, dan pekerja. Menurutnya, pemerintah harus mempermudah investasi dan operasional industri, sementara perusahaan wajib memperhatikan hak dan kesejahteraan pekerja.
“Misi kita adalah menciptakan iklim investasi yang sehat sekaligus menjamin kesejahteraan buruh,” tegas Syamsuddin.
Ia menambahkan, upaya memperkuat fondasi perlindungan pekerja dan mendukung industri akan terus diperjuangkan pada tahun anggaran mendatang, dengan target pembangunan industri Kaltara yang stabil dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat secara merata.(Adv)
