BULUNGAN, klikkaltara.id – Fraksi Partai Golkar DPRD Kalimantan Utara (Kaltara) menyampaikan sejumlah catatan kritis terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 dalam Rapat Paripurna Ke-36, Selasa (18/11/2025).
Anggota Komisi II DPRD Kaltara, Adinata Kusuma, yang membacakan pandangan umum fraksi, menilai masih banyak sektor yang belum ideal, baik dari sisi struktur pendapatan maupun komposisi belanja daerah.
Ketergantungan Fiskal Masih Tinggi
Golkar menyoroti masih tingginya ketergantungan fiskal Pemprov Kaltara terhadap pemerintah pusat. Dari total pendapatan daerah sebesar Rp 2,244 triliun, hanya 44,37 persen yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), sementara 55,62 persen lainnya merupakan transfer dari pemerintah pusat.
“Kondisi ini harus segera diantisipasi dengan strategi agresif peningkatan PAD,” tegas Adinata.
Belanja Modal Dinilai Terlalu Kecil
Pada sisi belanja daerah yang mencapai Rp 2,274 triliun, Fraksi Golkar menyoroti dominasi belanja operasi yang mencapai 76,02 persen, sementara belanja modal hanya 3,26 persen atau sekitar Rp 74,06 miliar.
“Belanja modal harus ditambah agar pembangunan tidak tertunda hanya karena keterbatasan alokasi,” ujarnya.
Golkar merekomendasikan Pemprov Kaltara melakukan realokasi anggaran sebesar Rp 80–90 miliar dari pos belanja operasi untuk memperkuat belanja modal.
Target Peningkatan PAD 10–15 Persen
Fraksi Golkar juga mendorong pemerintah menaikkan PAD minimal 10–15 persen dalam dua tahun ke depan. Langkah tersebut perlu dibarengi digitalisasi penuh layanan perpajakan dan retribusi, penertiban wajib pajak, serta optimalisasi aset dan kontribusi BUMD.
Soroti Pelayanan Publik dan SOA
Dalam sektor pelayanan publik, Golkar menekankan pentingnya percepatan perbaikan Rumah Sakit Provinsi Kaltara Jusuf SK pascagempa.
Selain itu, Golkar juga mendesak pemerintah kembali menganggarkan Subsidi Ongkos Angkut (SOA), khususnya untuk wilayah perbatasan yang sangat bergantung pada layanan tersebut.
“Kami juga meminta adanya pemerataan pendidikan di wilayah perbatasan,” tambah Adinata. (Adv)









