BULUNGAN,klikkaltara.id – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Utara (Kaltara), Kornie Serliany, menegaskan pentingnya program bedah rumah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat desa. Menurutnya, program ini bukan sekadar formalitas atau seremonial, melainkan upaya nyata untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
Kornie menyoroti masih banyaknya rumah warga yang tidak layak huni dan belum memiliki fasilitas sanitasi memadai, termasuk toilet. Kondisi ini, kata Kornie, tidak hanya memengaruhi kenyamanan, tetapi juga berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat desa.
“Program bedah rumah ini penting. Masih banyak masyarakat yang rumahnya tidak layak huni, bahkan ada yang belum punya toilet. Ini keluhan yang sering kita terima,” ujar Kornie saat ditemui di DPRD Kaltara, Senin (17/11/2025).
Untuk itu, Komisi III DPRD Kaltara berkomitmen memperkuat koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terutama Dinas Pekerjaan Umum (PU), sebagai mitra utama dalam pembangunan infrastruktur yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
“Kita akan terus memperkuat koordinasi dengan Dinas PU dan OPD lainnya. Fokusnya tetap pada pembangunan yang menyentuh masyarakat secara langsung,” tambah Kornie.
Kornie menegaskan, ke depan program bedah rumah akan diusulkan secara lebih masif, khususnya di desa-desa yang masih membutuhkan perbaikan rumah dan fasilitas sanitasi. Pihaknya juga memastikan bahwa setiap program pembangunan yang dikerjakan benar-benar menarget kebutuhan masyarakat, bukan sekadar seremonial belaka.
“Untuk kemasyarakatan, kita usahakan ada rumah yang dibedah, termasuk penyediaan toilet. Ini sangat dibutuhkan. Ini yang akan kita dorong ke depan,” tegas Kornie.
Dengan langkah ini, DPRD Kaltara berharap kesenjangan pembangunan antara desa dan kota dapat semakin dikurangi, sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga pedesaan.(Adv)











