NUNUKAN, klikkaltara.id – Pagi itu, sekitar pukul 09.10 WITA, suasana di sebuah rumah sederhana di RT 07 Somel, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan, tampak lebih ramai dari biasanya. Di ruang tamu yang disulap menjadi tempat belajar, puluhan anak-anak duduk berjejer dengan meja seadanya. Di tempat inilah PAUD Nur Kasih 2 beroperasi lembaga pendidikan anak usia dini yang hingga kini masih menumpang di rumah warga karena belum memiliki gedung sendiri.
Kondisi memprihatinkan itu membuat Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Nunukan, Andi Fajrulsyam, S.H., terenyuh. Dalam kunjungannya pada Senin (10/11/2025), ia menunaikan janji yang disampaikan saat reses beberapa waktu lalu dengan menyerahkan bantuan meja belajar untuk anak-anak di PAUD tersebut.
“Saya merasa sangat prihatin melihat kondisi belajar anak-anak kita di PAUD Nur Kasih 2 ini. Mereka belajar di ruang tamu rumah warga, tempatnya sempit, alat belajar terbatas, dan tidak ada fasilitas seperti sekolah pada umumnya,” ujar Andi Fajrulsyam usai menyerahkan bantuan.
Ia menilai, situasi ini menjadi cerminan masih adanya kesenjangan sarana pendidikan di wilayah Nunukan. Andi pun berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan segera turun tangan memberikan solusi nyata.
“Harapan saya, dinas terkait bisa meninjau langsung dan membantu pembangunan gedung PAUD yang layak. Anak-anak usia dini adalah generasi penerus kita. Mereka seharusnya belajar dengan nyaman dan aman,” tambahnya.

Sementara itu, guru PAUD Nur Kasih 2, Jumriani, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh anggota DPRD tersebut.
“Alhamdulillah atas bantuan meja belajar dari Pak Dewan. Dengan adanya bantuan ini, kegiatan belajar anak-anak jadi lebih nyaman, meskipun sarana masih sangat terbatas. Semoga sekolah kami bisa segera memiliki tempat belajar yang layak dan nyaman,” ucapnya.
Jumriani menambahkan, sejak PAUD Nur Kasih 2 berdiri, baru kali ini pihaknya menerima bantuan meja belajar dan itu datangnya dari anggota DPRD Nunukan.
Saat ini, PAUD Nur Kasih 2 memiliki 19 anak didik dengan dua orang tenaga pengajar. Mereka menempati ruangan berukuran sekitar 4×6 meter, tanpa papan tulis besar, tanpa area bermain, dan minim fasilitas dasar pendidikan anak usia dini.
Kunjungan Andi Fajrulsyam menjadi pengingat bahwa di balik semangat para guru dan siswa, masih banyak lembaga pendidikan di pelosok Nunukan yang berjuang di tengah keterbatasan.
“Ini bukan hanya soal gedung, tapi tentang masa depan anak-anak kita. Mereka berhak mendapatkan tempat belajar yang lebih baik,” tegas Andi Fajrul.
Ia berkomitmen untuk terus memperjuangkan aspirasi tersebut agar menjadi perhatian serius pemerintah daerah.










